Sejarah Hadirnya Penyakit Polio di Indonesia
Sejarah Hadirnya Penyakit Polio di Indonesia
KBRN, Jakarta: Hari ini, tepat 65 tahun yang lalu, suntikan vaksin polio pertama diberikan kepada anak-anak. Itu juga menjadi pertama yang dilakukan di sekolah dasar di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat.
Baru-baru ini, kasus polio ditemukan muncul di wilayah Aceh. Bahkan, Kementerian Kesehatan mendeklarasikan temuan ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Indonesia sebelumnya telah ditetapkan sebagai negara bebas polio oleh WHO delapan tahun lalu. Poliomielitis atau polio merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio.
Dirangkum dari Wikipedia, Sabtu (20/11/2022), sekitar 0,5 persen dari kasus polio mengakibatkan lemah otot yang mengakibatkan kelumpuhan. Hal ini dapat terjadi selama beberapa jam sampai beberapa hari.
Kelemahan paling sering terjadi pada kaki, tetapi terkadang terjadi pada otot-otot kepala, leher dan diafragma. Banyak, tapi tidak semua, orang dapat sepenuhnya pulih dari penyakit ini.
Sementara itu, dalam perjalanan sejarahnya, polio sudah dikenal sejak zaman pra-sejarah. Lukisan dinding di kuil-kuil Mesir kuno bahkan menggambarkan orang-orang sehat dengan kaki layu berjalan dengan tongkat.
Kaisar Romawi Claudius terserang polio ketika masih kanak-kanak dan menjadi pincang seumur hidupnya. Virus polio menyerang tanpa peringatan, merusak sistem saraf menimbulkan kelumpuhan permanen, biasanya pada kaki.
Sejumlah besar penderita meninggal karena tidak dapat menggerakkan otot pernapasan. Penyakit ini pertama kali diakui sebagai kondisi yang berbeda oleh Michael Underwood pada tahun 1789.
Dan, virus yang menyebabkan polio diidentifikasi pertama kali pada tahun 1908 oleh Karl Landsteiner. Tidak hanya itu, wabah besar mulai terjadi pada akhir abad ke-19 di Eropa dan Amerika Serikat.
Pada abad ke-20, polio menjadi salah satu penyakit anak yang paling mengkhawatirkan di daerah ini. Bahkan, vaksin polio pertama dikembangkan pada tahun 1950 oleh Jonas Salk.
Diharapkan upaya vaksinasi dan deteksi dini kasus polio akan menghasilkan pemberantasan polio global pada tahun 2018. Penyakit ini dapat didiagnosis dengan menemukan virus di feses atau mendeteksi antibodi terhadap virus polio dalam darah.